PEMBERDAYAAN KADER DAN EDUKASI TERPADU DALAM PENCEGAHAN RESIKO TINGGI KEHAMILAN : STUDI FENOMENOLOGI
Abstract
Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman subjektif ibu hamil dengan anemia serta kader kesehatan dalam pelaksanaan program pemberdayaan kader dan edukasi terpadu untuk pencegahan kehamilan risiko tinggi di wilayah pedesaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA). Informan terdiri dari 12 partisipan, yaitu 7 ibu hamil yang terdiagnosis anemia ringan–sedang dan 5 kader kesehatan desa yang aktif dalam kegiatan pemantauan kehamilan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi makna pengalaman para partisipan.Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama: (1) transformasi peran sosial kader yang meningkatkan rasa tanggung jawab, kompetensi, dan kepercayaan diri; (2) pemaknaan edukasi terpadu oleh ibu hamil sebagai bentuk dukungan emosional dan kepedulian dari komunitas sekitar; (3) tantangan dalam edukasi terkait keterbatasan pengetahuan medis, sarana, dan akses layanan kesehatan; serta (4) penguatan efektivitas interaksi melalui nilai gotong royong dan kedekatan budaya lokal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model intervensi kesehatan masyarakat berbasis komunitas, dengan menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi kader, integrasi edukasi yang sensitif budaya, dan pendekatan berbasis relasi sosial untuk meningkatkan efektivitas pencegahan kehamilan risiko tinggi di daerah pedesaan. Temuan ini memberikan dasar empiris bagi penguatan program kesehatan ibu di tingkat desa melalui strategi kolaboratif dan kontekstual.
References
Aris, A. H., Esti, E. Y., & Anggrek, S. A. (2023). Efektifitas Pelatihan Kader Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi. Prepotif?: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 16547–16553. https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i3.20543
Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Prentice Hall.
Champion, V. L., & Skinner, C. S. (2008). The Health Belief Model. In Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (Eds.), Health Behavior and Health Education (pp. 45–65). Jossey-Bass.
House, J. S. (1981). Work Stress and Social Support. Addison-Wesley.
Heny Prasetyorini, D. R. P. (2023). 1 , 2 1,2. 08, 3651–3659.
Kusuma, R. (2018). Studi Kualitatif: Pengalaman Adaptasi Ibu Hamil. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 7(2), 148. https://doi.org/10.36565/jab.v7i2.78
Mulyanti, D. A. S., & Pangesti, W. D. (2023). Pengalaman Perempuan dengan Kehamilan Risiko Tinggi Preeklamsi Studi Fenomenologi di Kabupaten Banyumas. Proceedings Series on Health & Medical Sciences, 4, 85–90. https://doi.org/10.30595/pshms.v4i.562
Mutmainnah, M., Sari, P. I., & Sari, Y. I. P. (2024). Pemberdayaan Kader dalam Upaya Deteksi Dini Ibu Hamil Resiko Tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Sungai Duren. I-Com: Indonesian Community Journal, 4(2), 953–962. https://doi.org/10.33379/icom.v4i2.4615
Nugroho, R., et al. (2022). Cultural Approaches to Maternal Health Education in Rural Areas. International Journal of Public Health Studies, 18(2), 77–88.
Rufaindah, E. (2021). Pelatihan, Pembinaan dan Pendampingan Kader Ibu Hamil dalam Melakukan Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan di Kelurahan Mojolangu Kota Malang. J-Dinamika?: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 66–71. https://doi.org/10.25047/j-dinamika.v6i1.1558
Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the Health Belief Model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335.
Setyoningsih, D. (2023). Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Tempursari Untuk Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi Dengan KSPR. Jurnal Budimas, 05(02), 1–7.
Suparni, S., Ersila, W., & Widyastuti, W. (2024). Pemberdayaan Ibu Hamil Mengenai Faktor Risiko Kehamilan di Puskesmas Tirto 1 Kabupaten Pekalongan. Journal of Community Development, 5(3), 470–477. https://doi.org/10.47134/comdev.v5i3.298
Sukriani, L., et al. (2021). Traditional Beliefs in Pregnancy and Their Impact on Health-Seeking Behavior in Indonesia. Women’s Health Review, 7(4), 241–249.
Authors

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.